Suka Hujan

Animasi dari anak angin

Aku suka hujan,..
yah,.. aku suka hujan

aku suka hujan,..
karena hujan dapat membantuku

Aku suka hujan
yah,.. aku suka hujan
saat wajah ini terbasahi oleh air hujan
basahnya membiaskan airmataku,..

air mata yang bagi kami tabu untuk terlihat
air mata yang bagi kami tabu,.. meski sesakit apapun
namun saat rindu akan bayangnya menyerangku seperti saat ini,..

Langit menggelap hari ini,..
membawakan rintik demi rintik air hujan yang lembut tergeser angin

dan dalam mendung lembut
akupun berlari kearah hujan
berlari dan tersenyum berteriak “aku suka hujan”
berlari dan membiarkan wajahku menghadap langit dan terbasahi
sambil tersenyum,..

ku hanya berkata aku suka hujan

 

“Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi”

Advertisements

Balada Sedih Anak Angin

gambar pertama gw di blog(pena+ photoshop)

terkadang angin berbisik
namun ia tidaklah suka berbisik,..
ia hanya suka bergerak,.. bergerak
dan mulai mengeliat kearah tekanan rendah,..

yah begitulah angin,..
yang selalu ingin lari dari tekanan,..
tekanan yang membuatnya kian susah untuk bernafas,…

kian sesak hingga satu bulan ini,…
sang angin sukar untuk duduk dan terdiam membisu,…

ia sukar masuk kedalam alam mimpinya
alam dimana ia bisa meneriakan semua penat didalam dadanya,…
alam yang selama ini membawanya pergi dari segala keributan ditroposfer

sudah satu bulan ini ia selalu berpindah2 mencari tekanan yang menurutnya rendah,..

namun,…
semua sudah berubah,..
semua sudah berubah
angin monsoon yang periodenya kian lama kian terganggu ,..

oleh elnino,..
lanina,..
Dipole mode di samudra hindia,…
dan osilasi lautan lainnya,..
membuat sang angin berjalan tanpa arah yang jelas

ia bergerak tak tentu arah didalam tekanan yang bertubi2 mengarahkannya
karena burung kecil berdada kuning yang selalu menyambutnya di pagi hari sekarang berhianat dan pergi
ia pergi bersama kiacauan suara yang jauh lebih merdu dari desir angin,..

ia pergi
meninggalkan si-angin kecil yang mulai menemukan angin malam
yang cenderung menyambutnya dingin
si angin begitu kesepian saat malam,..

malam yang biasa dihabiskan dengan angin malam
kini dingin dan membeku hingga menekannya untuk pergi,..

ia merasakan sepi,..
terkadang ia memainkan permainan kecil,..
permainan yang menceritakan efek kepakan kupu2,..
yang menyebabkan sebuah badai bagi yang tak bersalah,…

tapi si angin kecil itu tetap sepi,..
ia tetap membuka mata untuk menunggu
menunggu hangatnya pagi yang biasa
biasa membuatnya memejamkan mata,..

dan hujan pun ia bawa
dalam tidurnya,..
dalam tidurnya

dipagi hari
satu bulan ini

dan,…
berharap,….

ini malam terakhir